Sebelum Membeli Kenali Jenisnya Masker


 2020-04-20 |  Root

Masker merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) di tengah pandemi virus corona. Fungsinya sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya pernah menyatakan bahwa penggunaan masker medis atau masker bedah diperuntukkan bagi mereka yang sakit dan tenaga kesehatan. Tapi kini, ketersediaan masker langka di pasaran. Bahkan masker bedah untuk tenaga medis.

Kelangkaan itu didorong kepanikan sebagian warga yang lantas berbondong membeli masker bedah. Sekalipun mereka dalam keadaan sehat.

 

Padahal menurut Dokter Spesialis Paru di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan, masker kain saja sudah cukup efektif digunakan jika untuk kalangan masyarakat umum. Asalkan, tetap patuh terhadap aturan jaga jarak fisik minimal dua meter.

 

Kegunaan dan Manfaat Masker

"Masker kain bisa dipakai masyarakat sehat, di pakai di tempat umum, tapi tetap jaga jarak 2 meter karena masker kain tidak bisa melindungi diri semua partikel dan ini tidak disarankan dipakai tenaga medis," jelas Erlina dalam konferensi pers yang disiarkan langsung, Rabu (1/4).

"Masker bedah bisa dipakai masyarakat tapi bilamana ada gejala flu. Sedangkan pada tenaga medis ini dipakai di fasilitas kesehatan," kata Erlina lagi menerangkan perbedaan kegunaan masker kain dengan masker bedah.

Sementara masker N95 lain lagi. Alat pelindung mulut dan hidung jenis ini digunakan oleh tenaga medis yang melakukan kontak langsung dengan pasien Covid-19. Sedangkan Facepiece Respirators atau masker yang menutup seluruh muka digunakan bagi pekerja yang berisiko tinggi terpapar gas-gas berbahaya.

Berikut kegunaan dan jenis-jenis masker dan perbedaan kegunaan serta efektivitas masing-masing.

Masker kain

- Hanya boleh digunakan untuk masyarakat umum yang sehat.
- Tidak disarankan dipakai tenaga medis, karena 40-90 persen dari partikel dapat menembus masker.
- Dipakai untuk di tempat umum ataupun fasilitas publik lainnya, asal tetap jaga jarak.
- Idealnya dikombinasikan dengan pelindung wajah.
- Bisa dipakai berulang, asalkan dicuci dengan deterjen dan air hangat setelah pemakaian.
- Menyaring atau melindungi dari droplet besar--tidak dengan droplet yang kecil, tidak juga melindungi dari partikel yang aerosol atau airborne.
- Efektivitas filtrasinya 10-60 persen untuk mencegah partikel berukuran 3 mikron.

Masker N95

- Hanya dipakai tenaga medis yang kontak langsung dengan pasien yang memiliki tingkat infeksi tinggi.
- Pelindung dari droplet maupun partikel yang aerosol dan airborne.
- Efektivitas filtrasi sampai di atas 95 persen terhadap partikel berukuran 0,1 mikron.
- Tidak ada kebocoran kalau dipakai dengan baik.
- Kalau ada kelangkaan, bisa dipakai berulang dengan tata cara khusus (misalnya, dijemur di bawah sinar matahari), jika stok ada maka tak disarankan dipakai berulang.

Masker Bedah

- Bisa dipakai masyarakat yang sakit (flu, influenza, batuk, bersin, hidung berair, demam, nyeri tenggorok atau gangguan kesehatan lain).
- Dipakai tenaga medis saat berada di fasilitas pelayanan kesehatan.
- Pelindung terhadap droplet, tetapi tidak bisa melindungi dari partikel yang aerosol dan airborne.
- Efektifitas filtrasinya bisa mencegah 30-95 persen partikel berukuran 0,1 mikron (tapi tetap ada kebocoran dari samping kiri dan kanan).
- Sekali pakai, durasinya tergantung pada kondisi (kalau sudah basah harus segera diganti).