Kepala Dinkes Nganjuk Klarifikasi Tuduhan Malpraktik Meninggalnya Pasien di RSD Nganjuk


 2025-02-18 |  Desa Kemaduh

NganjukPING- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr Hendriyanto yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas Rumah Sakit Daerah (RSD) Nganjuk mengklarifikasi tudingan malpraktik terkait kematian seorang pasien beberapa waktu yang lalu.

Hal ini, menanggapi viralnya sebuah video dan berita di media sosial yang menayangkan seorang pasien meninggal karena diduga usai operasi di RSD Nganjuk.

dr Hendriyanto menjelaskan bahwa tudingan tim medis melakukan malpraktik tersebut adalah miskomunikasi dalam menjalankan SOP. Menurutnya, rekan - rekan medis di RSD Nganjuk sudah menjalankan langkah dan prosedur tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Seperti kita ketahui bersama, penjelasan kronologi dari dokter dan tim audit RSD Nganjuk sangat jelas. Bahwa pasien dirawat dengan baik dan tim medis tidak melakukan malpraktik dan menjalankan sesuai SOP," jelas dr Hendry, saat menghadiri Rapat Koordinasi di Aula lantai 2 RSD Nganjuk, Senin (17/02/2025).

Oleh karena itu, dikatakan dr Hendry, rapat koordinasi hari ini menjadi upaya kita bersama untuk bermediasi dan meluruskan permasalahan yang telah terjadi.

"Jadi kita disini hadir untuk mencari solusi  bersama. Bukan mencari yang benar atau salah," tandasnya.

dr Hendry berharap hasil dari mediasi ini bisa menjadi pembelajaran yang luar biasa dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di RSD Nganjuk dan bidang nakes lainnya yang ada di Kota Angin.

Selain itu, dr Hendry juga menambahkan sebagai pembina bidang kesehatan pihaknya juga akan terus mendampingi dan mengevaluasi kinerja Fasilitas Kesehatan yang ada di Kabupaten Nganjuk, termasuk RSD Nganjuk.

"Sekali lagi, kami selaku dewan pengawas berharap betul. Kejadian ini menjadi pembelajaran untuk pelayanan yang baik kedepannya," pungkasnya.

Sementara itu, Djarwono suami mendiang Henny (pasien meninggal) menuturkan hasil kesepakatan ini menjadi awal untuk perbaikan semuanya. Terutama dalam pelayanan kesehatan di RSD Nganjuk.

Djarwono juga menerima penjelasan dari dokter RSD Nganjuk terkait sakit dan operasi yang dialami istrinya. Ia pun, akhirnya memahi atas kejadian yang sudah dilaluinya itu.

"Hasil mediasi ini kita sepakati bersama. Hasil yang dijelaskan dokterpun juga kami terima dan pamahi. Artinya, semuanya ini sudah clear," imbuhnya.

Adapun, rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Dewan Pengawas RSD Nganjuk, Ketua IDI Nganjuk, Dirut RSD Nganjuk beserta jajarannya, media dan keluarga yang bersangkutan.

Hasilnya, pihak keluarga dan pihak RSD Nganjuk menandatangani kesepakatan bersama dan permasalahan yang terjadi sudah clear atau selesai.