Panen Raya Bersama Presiden Prabowo, Bupati Nganjuk Berkomitmen Wujudkan Ketahanan Pangan


 2025-04-10 |  Desa Kemaduh

Nganjuk, PING– Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pada Senin (07/04/2025) pagi, Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengikuti Panen Raya Padi Serentak yang dilaksanakan di 14 provinsi di Indonesia secara hybrid, bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani sebagai pilar utama dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Di Kabupaten Nganjuk sendiri, panen raya dipusatkan di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro. Hamparan sawah seluas 6 hektar di desa ini telah memasuki masa panen dan berhasil memproduksi padi varietas unggulan logawa dengan hasil yang menggembirakan, mencapai rata-rata 8,1 ton per hektar. Angka ini merupakan pencapaian luar biasa yang menunjukkan keberhasilan petani lokal dalam mengelola lahan pertanian secara produktif dan efisien.

Dalam sambungan virtual tersebut, Presiden Prabowo, menekankan peran penting petani dalam menjaga ketahan pangan nasional. Selain itu, Presiden Prabowo juga menginstruksikan Kementerian Pertanian untuk menurunkan harga komoditas pangan, seperti daging, telur, dan susu agar lebih terjangkau oleh masyarakat.

“Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP) melalui serapan optimal hasil panen petani,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro dan jajaran Forkopimda Nganjuk juga mengikuti jalannya panen raya nasional tersebut. Terlihat, beliau beserta rombongan juga terjun langsung memanen secara manual menggunakan alat modern mesin panen Combine.

Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen itu juga berkomitmen. Dengan adanya panen raya tersebut, pihaknya akan menanggulangi keberadaan tengkulak nakal yang sering merugikan petani di Kabupaten Nganjuk.

Kang Marhaen juga meminta kepada Kepala Desa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk segera mengatur jadwal panen dan menginformasikan masalah teknis yang dapat menghambat proses pengeringan atau penjemuran padi.

“Melalui panen raya ini, pemerintah daerah dan pusat menunjukkan komitmen dalam mendukung sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan. Dengan sinergi antara Bulog dan petani lokal, diharapkan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar serta inflasi pangan tetap terkendali,” imbuh, Kang Marhaen.