Kang Marhaen Apresiasi "Gelar Budaya dan Sarasehan Kesejarahan" Peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1088


 2025-04-23 |  Desa Kemaduh

NganjukPING - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-1.088 Kabupaten Nganjuk, Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Jurnalis Indonesia (DPC PJI) Kabupaten Nganjuk menggelar acara “Gelar Budaya dan Sarasehan Kesejarahan.” Kegiatan ini dikemas sekaligus dalam momen Halalbihalal dan peringatan Hari Kartini, yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Acara tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, atas inisiatif dan kontribusi insan pers dalam mengangkat kembali nilai-nilai budaya dan sejarah lokal.

Bertempat di Pendopo Alun-alun Berbek, Selasa (22/4/2025), kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Kepala OPD, Camat Berbek, tenaga pendidik, budayawan, tokoh agama, hingga pelajar.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menurutnya mampu membangkitkan semangat cinta daerah serta memperkuat identitas budaya masyarakat Nganjuk. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga jati diri kita sebagai masyarakat Nganjuk yang kaya akan sejarah dan tradisi. Apalagi, usia Nganjuk kini telah mencapai 1.088 tahun,” ujarnya.

Kang Marhaen menyebut sarasehan kesejarahan ini merupakan kali pertama digelar dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang bernilai edukatif serta budaya. “Ibaratnya ini adalah nguri-uri budaya, mengenang leluhur, dan wujud rasa syukur kita. Saya, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, mengucapkan matur nuwun sanget kepada seluruh panitia yang telah bergotong royong dan guyub rukun menyukseskan acara ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPC PJI Kabupaten Nganjuk, Sutamto, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirangkai sebagai bentuk peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1.088, Halalbihalal, dan peringatan Hari Kartini. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, pemuda, serta masyarakat umum.

“Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, seluruh elemen masyarakat bersatu mempererat tali persaudaraan,” ujarnya.

Sutamto menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk refleksi kebersamaan yang perlu terus dipupuk dalam mendukung pembangunan Kabupaten Nganjuk. “Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan sinergi dari semua pihak, dan momen ini menjadi wujud nyata dari kebersamaan tersebut,” tambahnya.

Sebagai penutup, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati Nganjuk sebagai simbol rasa syukur. Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan seni tradisional, seperti tari dan pagelaran musik daerah yang menambah semarak perayaan.