Nganjuk, PING– Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Nganjuk berlangsung khidmat dan penuh makna. Rangkaian kegiatan dimulai pada malam 30 April 2025, dengan digelarnya istigasah bersama masyarakat di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan para buruh, khususnya almarhumah Marsinah, pahlawan buruh asal Nganjuk.
Puncak peringatan dilaksanakan pada Rabu pagi (1/5), dengan prosesi tabur bunga di makam Marsinah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi (Kang Marhaen), bersama Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro (Mas Handy). Makam Marsinah yang terletak di Desa Nglundo menjadi tempat simbolis dalam mengenang perjuangan kaum buruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Kang Marhaen menyampaikan penghormatan dan doa kepada Marsinah serta para tokoh buruh lainnya yang telah berjuang demi kesejahteraan para pekerja. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Forkopimda, kami mendoakan agar almarhumah Marsinah husnul khotimah. Semoga semua pejuang buruh diterima di sisi-Nya dan mendapat tempat terbaik di surga,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kang Marhaen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana aman dan damai di Kabupaten Nganjuk. Ia menekankan pentingnya stabilitas daerah dalam mendukung kesejahteraan bersama. “Mari kita jaga ketertiban dan keamanan. Nganjuk harus tetap adem, ayem, dan kondusif,” ajaknya.
Selain memberikan penghormatan, Kang Marhaen juga menegaskan komitmennya terhadap perbaikan makam Marsinah. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan segera melakukan renovasi agar makam tokoh buruh tersebut lebih layak dan terawat sebagai bagian dari penghargaan sejarah.
Usai prosesi tabur bunga, Kang Marhaen dan Mas Handy melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi kediaman almarhumah Marsinah. Keduanya menyampaikan belasungkawa secara langsung dan berdialog dengan keluarga untuk mengenang kembali perjuangan Marsinah.
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap keluarga Marsinah. Bantuan itu menjadi simbol penghormatan atas jasa besar yang telah diberikan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak kaum buruh di Indonesia.
Kegiatan peringatan Hari Buruh Internasional ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat perjuangan dan solidaritas antarpekerja, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, buruh, dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus mendukung perjuangan para pekerja melalui pendekatan humanis dan program-program yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.