Boyong Notoprojo 2025, Semangat "Bersinergi Membangun Negeri" Warnai Kirab Budaya dan Sedekah Bumi


 2025-06-16 |  Desa Kemaduh

Nganjuk, PING— Kabupaten Nganjuk kembali menggelar peringatan Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi, sebuah tradisi tahunan yang mengenang perpindahan pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk.

Tahun ini, acara yang digelar setiap tanggal 6 Juni tersebut mengusung tema "Bersinergi Membangun Negeri", menggambarkan semangat kolaborasi antar elemen di pemerintah daerah dalam membangun Nganjuk yang lebih maju.

Puncak kegiatan diawali dengan kirab sakral dari Alun-Alun Berbek, pada Kamis (12/05/2025). Dimana Bupati Nganjuk beserta jajaran Forkopimda, Kepala OPD dan Camat menaiki delman hias menuju pusat kota. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah serta bentuk pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Setibanya di Stadion Anjuk Ladang, kirab dilanjutkan dan disambung oleh rombongan perangkat daerah dari seluruh OPD, yang berjalan kaki menuju Pendopo K.R.T Soesro Koesoemo. Mereka mengenakan busana adat Jawa dan kain lurik, membawa serta berbagai hasil bumi sebagai simbol kesejahteraan dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di sepanjang rute kirab, masyarakat juga turut meramaikan suasana tersebut. Wajah-wajah ceria dan antusias semangat mereka menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap warisan budaya dan menjadi identitas Nganjuk.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Boyong Notoprojo diperingati setiap tanggal 6 Juni. Karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, maka pelaksanaan tahun ini diundur pada tanggal 12 Juni atau Kamis Kliwon.

Hal ini tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga memiliki makna yang luar biasa. Yakni memperingati hari perpindahan ibu kota pemerintahan, dari Berbek ke Nganjuk.

"Tepatnya, dulu ada 6 Kabupaten jadi satu dan dipusatkan di Berbek. Namun, pada tahun 1880 ibu kota pemerintah Nganjuk dipindah atau boyongan dari Berbek ke Nganjuk pada 06 Juni. Maka dari itu setiap tanggal 6 Juni diperingati sebagai perpindahan Pemerintahan atau biasa disebut dengan Boyong Natapraja ini," tegasnya.

“Melalui tema Bersinergi Membangun Negeri, kita ingin menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun Kabupaten Nganjuk yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Sri Handariningsih selaku Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk melaporkan bahwa Boyong Notoprojo ini ditetapkan oleh Surat Keputusan (SK) Bupati Nganjuk Nomor 188/200/411.3013/2022 tanggal 17 Juni 2022 tentang penetapan hari Boyong Pusat Pemerintahan Kabupaten Nganjuk. Yakni Kabupaten Berbek ke Kabupaten Nganjuk.

Waktu pelaksanaan Boyong Pemerintah ini menempuh rute dari Alun-alun Berbek, menuju Jl. A. Yani dan finish di Pendopo K.R.T Sosro Koesoemo Kabupaten Nganjuk.

"Peserta terdiri dari Jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk, Asisten Pemerintahan, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat, BUMN, BUMD serta komunitas budayawan," imbuhnya.

Adapun, Boyong Notoprojo telah menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya melestarikan sejarah, tapi juga menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa masa depan Nganjuk dibangun di atas dasar sejarah, budaya, dan semangat kolaborasi yang kuat.

Tak kalah serunya, diakhir acara yang dinanti - nanti masyarakat yakni ritual Sedekah Bumi. Hasil bumi yang diarak kemudian didoakan bersama itu di finish jadi momen menarik, pasalnya masyarakat saling berebut hasil bumi itu untuk meraih keberkahan dan sebagai bentuk rasa syukur atas panen yang melimpah.Ritual ini menggambarkan eratnya hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.