Nganjuk, PING- Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar bakti sosial (baksos) yang penuh makna, Sabtu (15/6/2025). Bertempat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono, kegiatan ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap upaya menciptakan keluarga yang berkualitas.
Dilansir dari JP Radar Nganjuk, Baksos kali ini menghadirkan layanan kontrasepsi permanen berupa Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP). Total 150 perempuan menjadi akseptor MOW, dan 6 pria mengikuti MOP, yang keduanya merupakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).
Bupati Nganjuk, Kang Marhaen Djumadi, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah para peserta yang telah berani dan sadar untuk berkontribusi dalam pengendalian penduduk di Kabupaten Nganjuk.
“Terima kasih kepada para peserta yang bersedia menjadi akseptor MOW dan MOP. Ini adalah langkah luar biasa demi masa depan keluarga yang lebih baik dan berkualitas,” ujarnya.
Kang Marhaen juga menegaskan, program ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendukung Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana), sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting.
“MOW dan MOP ini penting untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, terutama bagi pasangan yang sudah merasa cukup dengan jumlah anak yang dimiliki. Dengan begitu, kita bisa menciptakan generasi yang lebih sehat dan terencana,” tambahnya.
Sebagai bemtuk dukungan dan apresiasi, para peserta juga mendapatkan bantuan insentif. Akseptor MOW menerima bantuan uang sebesar Rp 300 ribu, sedangkan akseptor MOP mendapat Rp 1 juta. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kang Marhaen, Ketua TP PKK Nganjuk Hj. S. Wahyuni Marhaen, Plh Kepala Dinas PPKB Nganjuk Asti Widyartini, dan Plh Sekretaris BKKBN Jawa Timur dr. Sofyan Rizalanda.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin menunjukkan komitmenya dalam membangun keluarga yang kuat, sehat, dan sejahtera. Karena menurut Kang Marhaen, keberhasilan pembangunan daerah bermula dari keberhasilan membangun keluarga.
“Kalau keluarga sehat dan sejahtera, maka Nganjuk akan semakin maju,” pungkasnya.