Pada awalnya menurut cerita orang-orang terdahulu nama Desa Garu menurut cerita pertama kali babat desa adalah Ahmad Imam Baidowi atau terkenal dengan sebutan Mbah Langkir yang berasal dari Mataram.
Desa ini awalnya bernama Gedangan, pada waktu itu masih bergabung dengan desa Pisang, Kecamatan Kertosono. Asal mula dinamai desa Garu berawal dari Mbah Langkir atau Ahmad Imam Baidowi yang berusaha membuat desa menjadi lebih subur dengan membajak sawah atau lahan dan ditanami berbagai tanaman. Karena lahan terlalu luas perlu banyak sekali alat untuk membajak sawah sampai Mabh Langkir membuat 100 bajak sawah, yang disebar diberbagai sawah dan lahan.
Setelah Mbah Langkir wafat, bajak-bajaknya pun masih terlihat di setiap sudut desa. Sejak itu dinamakanlah desa ini Desa GARU atau disebut juga bajak.
Adapun nama-nama Kepala Desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut :