Sejarah Desa Jambi



Dilihat sepintas lalu bahwa Desa Jambi di Kecamatan Baron sama dengan desa-desa lainnya di Kabupaten Nganjuk, yaitu Desa agraris dengan lahan pertanian terbentang relative luas, tak ada keistimewaan yang menonjol, namun apabila mau mengamati lebih teliti, ternyata ada perbedaan yang menunjukan peran Jambi dimasa lampau berupa sisa-sisa peninggalan kuno. Sisa-sisa itu adalah :

  1. Banyak batu bata ukuran besar, bahkan oleh penduduk sering diketemukan seperti rangkaian bekas pondasi rumah, terutama disekitar tempat penggilingan padi sampai kearah utara. Oleh penduduk bekas batu bata tersebut dimanfaatkan untuk membangun rumah maupun pagar tembok.
  2. Di tengah sawah desa, tersisa satu buah lumpang batu yang belum sempat tercuri, oleh penduduk dipercaya masih keramat.
  3. Tanah persawahan yang lebih rendah dari sekitarnya dengan lebar lebih dari 50 meter membujur dari selatan ke utara bersambung dengan desa-desa lain di sebelah dan utaranya oleh penduduk diyakini sebagai Bangsawan Brantas pada abad yang lalu.

Pada sekitar tahun 927-929 M, Sriwijaya mengirimkan suatu armada besar dari divisi Jambi ke Jawa Timur melalui perjalanan laut dengan route menyusuri pantai utara Jawa, memasuki Bengawan / kali Brantas. Sesampainya di Ujung Galuh, perjalanan diteruskan ke kota pelabuhan berikutnya yaitu Bandar Alim. Kehadirin pasukan Jambi dalam jumlah banyak menyulap daerah sekitar menjadi mendadak ramai. Tempat inilah yang sekarang dinamakan Desa Jambi.

 

Adapun sejarah pemerintahan Desa atau sebagai kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut:

  1. Mbah Ompong                  Masa Pemerintahan           (………………….)
  2. Jokromo                              Masa Pemerintahan           (………………….)
  3. Sairi                                     Masa Pemerintahan           (………………….)
  4. Jopawiro                             Masa Pemerintahan           (1950 s/d 1958)
  5. Soemaryono                      Masa Pemerintahan           (1958 s/d 1958)
  6. Subandi                              Masa Pemerintahan           (1958 s/d 1967)
  7. Tarmun                               Masa Pemerintahan           (1967 s/d 1990)
  8. Gunarso                             Masa Pemerintahan           (1990 s/d 1998)
  9. Siswoyo                              Masa Pemerintahan           (1998 s/d 2007)
  10.  H. In’am Ichwan                Masa Pemerintahan           ( 2007 s/d 2019)
  11. Joko Setiyono                    Masa Pemerintahan           ( 2019 s/d sekarang)