Bermula dari seorang yang bernama Mbah Budho Laksono yang berasal dari daerah Jogjakarta yang beliau merupakan prajurit perang Pangeran Diponegoro pada masa penjajahan Belanda. Diperkirakan tahun 1827 bersama dengan Anak dan Istrinya membuat kediaman melakukan penebangan hutan belantara untuk membuat kediaman dari arah Timur Laut mengarah ke barat dan menjumpai sebatang pohon Laban yang diperkirakan pohon tersebut sangat besar yang dirangkul tidak sampai. Kemudian ditebang ada galih didalamnya sebesar paha orang dewasa sehingga tidak bisa roboh, Kemudian Mbah Budholaksono menggunakan ilmu kesaktiannya galih tersebut bisa roboh,kemudian Mbah Budholaksono memberi nama tempat tersebut dengan nama Kedok Laban atau sekarang menjadi Katerban.
Penebangan berlanjut kearah utara dan menjumpai pohon sambi yang banyak dan disana sudah ada banyak orang dan ramai,sehingga tempat tersebut diberi nama Sambirejo.
Penebangan berlanjut kearah selatan dan dua orang yang ikut Mbah Budholaksono menemukan banyak pohon Jenar sehingga tempat tersebut diberi nama Banar
Penebangan berlanjut kearah timur, karena terhalang oleh patusan / saluran air pembuangan dan ditepi saluran itu ditemukan sumur tua dan didekatnya tumbuh pohon Putat sehingga termpat tersebut dinamakan Sumurputat
Karena terhalang saluran air penebangan dilanjutkan ke barat dan banyak dijumpai pohon Jati banyak sekali ,sehingga tempat tersebut oleh Beliau diberi nama Jati
Ditengah perbatasan Sumurputat dan Jati penebangan dilanjutkan ke selatan dan disitu dijumpai segerombol pohon sambi yang lurus lurus (jawa : kenceng ) sehingga tempat tersebut diberi nama Sambikenceng.
Sehingga terbentuklah Desa Katerban menjadi enam Dusun, yaitu :
1. Katerban
2. Banar
3. Sambirejo
4.Sumurputat
5. Jati
6. Sambikenceng.
Adapun nama-nama Kepala Desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut :
|
No |
Nama Kepala Desa |
Masa Bakti |
|
1 |
BUDHO LAKSONO |
SEBELUM – 1870 |
|
2 |
MBAH BONOTO |
1870 – 1901 |
|
3 |
MUNTANGAT |
1901 – 1922 |
|
4 |
SINGOMEDJO |
1922 – 1936 |
|
5 |
HARDJO DARMO |
1936 – 1942 |
|
6 |
H. ARSAD WAKID |
1942 – 1945 |
|
7 |
PARTO ADMOJO |
1945 – 1972 |
|
8 |
HADI PRANOTO |
1973 – 1986 |
|
9 |
MASRUKIN |
1986 – 1994 |
|
10 |
M. ZAINUDDIN |
1994 – 2002 |
|
11 |
SUNTORO BI |
2003 – 2006 |
|
12 |
SITI KOPSAH |
2007 - 2013 |
|
13 |
MOHAMAD SUBUR |
2013 – 2019 |
| 14 | MAKSUM | 2020 - 2024 |