Desa Gebangkerep dahulunya sebagian besar merupakan Kawasan rawa-rawa yang setiap saat timbul banjir.
Selain itu sebagian juga merupakan Kawasan hutan pohon gebang, kemudian oleh seorang yang bernama Mbah Madu, hutan gebang itu sedikit demi sedikit ditebang dan dibersihkan untuk dijadikan tempat pemukiman.
Pada akhirnya tempat pemukiman itu ramai dihuni orang. Kemudian oleh beliau tempat ini diberi nama Desa Gebangkerep, yang asalnya dari hutan Gebang.
Pemberian nama Gebangkerep itu tepatnya pada hari Jum’at Pahing, bulan Jawa jatuh pada bulan Selo, sehingga sampai saat ini setiap tahunnya setiap bulan Selo hari jum’at Pahing diperingati sebagai hari sedekah desa atau bersih desa atau nyadranan.
Adapun pelaksanaannya adalah pada malam Jum’atnya diadakan acara Tahlil Bersama di rumah kepala desa, kemudian pada Jum’at paginya diadakan selamatan Bersama di punden atau makam Mbah Madu yang tujuannya untuk mendoakan para arwah leluhur yang membuka lahan desa Gebangkerep, kemudian dilanjutkan jum’at siangnya diadakan kesenian Tayub di rumah Kepala Desa. Sampai saat ini acara tersebut menjadi tradisi di Desa Gebangkerep.
Selain itu desa Gebangkerep juga mepunyai tradisi yang dilaksanakan setiap tahun yaitu tradisi bari’an, yang diadakan pada bulan Syuro hari Jum’at Pahing. Bari’an adalah tradisi menyembelih kanbing kendhit, pelaksanaannya adalah pada tengah malam jam 24.00, kepala kambing yang sudah disembelih ditanam di tengah perempatan desa dan keempat kakinya ditanam di empat sudut perbatasan desa. Adapun fungsi dan manfaatnya yang dipercayai masyarakat adalah sebagai pagar desa dari hal-hal yang mengganggu ketentraman masyarakat Desa Gebangkerep.
Itulah sejarah singkat desa Gebangkerep yang dahulunya hutan dan semak belukar sekarang menjadi desa yang memiliki banyak budaya dan tradisi.
Adapun sejarah pemerintahan desa atau kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut:
Secara administratif desa Gebangkerep terletak di wilayah kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga.Desa ini memiliki luas wilayah 230,080 km2, dengan potensi lahan yang produktif diantaranya adalah pertanian. Di sebelah Utara berbatasan dengan desa Kemlokolegi kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Di sebelah Barat berbatasan dengan desa Sambiroto dan desa Baron kecamatan Baron, di sebelah Selatan berbatasan desa Sambiroto Kecamatan Baron, sedangkan di sisi Timur berbatasan dengan desa Bogo Kecamatan Kertosono.
Jarak tempuh desa Gebangkerep ke ibukota Kecamatan adalah 2 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit dengan kendaraan bermotor. Sedangkan jarak tempuh ke ibukota kabupaten adalah 18 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam /60 menit.
Batas – batas desa meliputi :
|
No |
Uraian |
Desa |
|
1 |
Sebelah Utara |
Desa Kemlokolegi |
|
2 |
Sebelah Barat |
Desa Sambiroto dan Baron |
|
3 |
Sebelah Selatan |
Desa Sambiroto |
|
4 |
Sebelah Timur |
Desa Bogo Kecamatan Kertosono |
Jarak tempuh Desa Gebangkerep ke Kecamatan Baron adalah 3 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit dengan kendaraan bermotor. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten Nganjuk adalah 17 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 0,5 jam.